"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan...."

Tampilkan postingan dengan label Itung itungan yukkk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Itung itungan yukkk. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2015

lama hidup manusia berdasarkan tidurnya

Kemaren saya memberikan informasi ke murid-murid bahwa "seorang manusia yang banyak tidur umurnya lebih pendek daripada yang sedikit tidurnya" anak anak langsung bereaksi mendengar pernyataan saya itu..mungkin mereka gak percaya dengan teori ala Denny ini hahaha... lalu secara sederhana kami mencoba menghitung kenapa bisa begitu??
Oke kita anggap saja di zaman ini semua manusia umurnya kurang lebih 63 Tahun ( sesuai dengan usia nabi Muhammad yang menjadi patokan umur ummat beliau ) trus anggep aja rata rata manusia dari lahir sampai usia 63 tahun.

Jika 1 hari terdiri dari 24 jam maka umur jam hidup manusia 1 hari hanyalah 16 jam dengan asumsi dikurangi 8 jam tidur (yang dianjurkan oleh ilmuwan barat padahal tidak dicontohkan oleh Nabi) maka 16 jam x 30 hari (1bulan) = 480 jam.
Maka 1 bulan manusia "hanya" hidup selama 480 jam. jumlah ini dikalikan 12 bulan (1tahun) didapat 5.760 jam/tahun

angka 5.760 jam x 63 tahun = 362.880 jam hidup. Angka tersebut kita bagi 24 jam atau 1 hari maka didapat 15,120 hari dibagi 365 hari (1th) maka didapat angka 41 tahun.

Kesimpulannya : manusia yang hidup selama 63 tahun dan tidur normal 8jam/hari sebenarnya dia hanya hidup aktif hanyalah +/- 41 tahunan.

Hitungan ini berlaku juga buat orang yang misalnya dia tidur siang setiap hari 2 jam + 8 jam tidur malam hitungannya dia hanya hidup 14 jam/hari, hitungannya seperti berikut :

14jam/hari x 30 hari  = 420 jam/bulan
420 jam x 12 bulan    =  5.040 jam/th
5.040 jam x 63 tahun = 317.520 jam / sepanjang hidup
317.520 jam : 24 jam (1hari) = 13.230 hari : 365 hari = 36 tahun

berbeda hampir 2 tahun dengan yang tidur 8 jam/hari

Sedangkan tidur yang baik bagi kesehatan cukup 4-6 jam/hari, taruhlah paling ekstrim 4jam/hari, maka orang tersebut hidup lebih lama yaitu  :

20 jam/hari x 30 hari  = 600 jam/bulan
600 jam x 12 bulan    =  7.200 jam/th
7.200 jam x 63 tahun = 453.600 jam / sepanjang hidup
453.600 jam : 24 jam (1hari) = 18,900 hari ; 365 hari = 51 tahun

kalau dibuat tabel maka seperti ini :
Tidur 4 jam/hari hidupnya 51 tahun
Tidur 8 jam/hari hidupnya 41 tahun
Tidur 10 jam/hari hidupnya 36 tahun

Jadi kita membuktikan bahwa teori saya telah terbukti secara ilmiyah bukan..
setelah murid murid mendengar penjelasan saya ini mereka merenungkan dengan baik pesan saya diakhir kelas..

Anak-anakku..
usahakan jadilah kalian manusia yang bangun, bangkit dari tidur kurangi jam tidur kalian dan berbuatlah yang positif dalam hidup ini karena hidup ini hanyalah sebentar saja hitungan tadi memang tidak selalu benar sebab seringkali hidup ini dinamis, tapi ambillah pelajaran dari jam tidur kita bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang banyak menghasilkan karya karena bekerja dan merealisasikan mimpi-mimpi bukan sekedar mimpi yang hanya bunga tidur.
Banyak orang besar yang sedikit tidurnya bahkan mereka tidak bisa tidur jika tidak menghasilkan karya apa apa.
dan tidak disangkal bahwa banyak tidur itu akan membuat kita tidak produktif menjadikan kita manusia lemah dan malas.
orang besar ketika mati mereka akan tetap dikenal sedangkan orang malas maka tak ada seorang pun yang mengenal dirinya karena tak ada karya dalam hidupnya yang dikenal orang.

Hari itu tidur memberikan makna penting yang bisa diambil pelajaran. wallahu a'lam bishshowwab....

Sabtu, 09 Februari 2013

Mengenal Risiko Berbagai Jenis Investasi


Tanya:
Dulu saya pernah investasikan sebagian uang saya di futures. Memang pada awalnya mendapatkan untung yang cukup, tetapi kemudian saya mengalami kerugian yang tak terduga sehingga saya menarik semua dana tersebut. Nah, kebetulan tadi saya cek ternyata saya masih punya tabungan USD sekitar USD 5000 yang belum saya cairkan ke rupiah. Saya berniat untuk menginvestasikan uang ini antara deposito atau logam mulia.

Yang ingin saya tanyakan, apa kelebihan dan kekurangan investasi di deposito bank, dan investasi logam mulia berupa emas? Saya trauma sekali dengan yang namanya investasi karena dulu saya harus memangkas pengeluaran saya akibat kerugian di atas. Lagipula saya masih punya cicilan rumah sampai 3 tahun mendatang. Saya minta solusi yang tepat supaya keuangan saya yang sudah pulih tidak kacau lagi.
Sandy, Jakarta

Jawab:
Dear Sandy,

Produk investasi, apapun itu, selayaknya menjadi kendaraan kita untuk mencapai tujuan finansial. Apa jenis investasinya? Pilihlah setelah kita menentukan tujuan finansial: berapa jumlah yang dibutuhkan, kapan dana tersebut harus tersedia, dan berapa besarnya investasi rutin untuk mencapainya. Kebanyakan orang melakukan kekeliruan dengan cara memilih produk investasi sebelum menentukan tujuan finansialnya secara detail.

Dengan menentukan tujuan finansial, kita memberi label pada uang yang kita miliki, sehingga nilainya menjadi lebih bermuatan. Ketika uang memiliki makna bagi masa depan kita, maka langkah kita akan lebih terarah dan memperkecil potensi menyabotase uang sendiri.

Penting untuk diperhatikan, sebaiknya kita mengetahui profil risiko investor. Dengan mengetahui ini, kita hanya akan membeli produk yang sesuai dengan kemampuan kita terpapar risiko. Selain itu, pemilihan produk yang tepat juga akan dapat membuat kita tetap nyaman berinvestasi dan menghindari trauma investasi.

Berikut ini panduan pemilihan produk investasi untuk mereka yang berprofil risiko sedang:

Periode pencapaian Produk
< 1 tahun Tabungan 1-3 tahun RDPU 3-5 tahun RDPT, ORI/sukuk 5-10 tahun RDCM, emas > 10 tahun RDSH, saham

Keterangan:
RDPU: reksadana pasar uang
RDPT: reksadana pendapatan tetap
RDCM: reksadana campuran
RDSH: reksadana saham

Instrumen tabungan dan deposito cocok untuk tujuan finansial jangka pendek karena memberikan likuiditas yang tinggi. Kelemahannya, mereka adalah produk yang terpapar risiko inflasi. Return tabungan dan deposito belum dapat mengalahkan tingkat inflasi.

Instrumen logam mulia atau emas direkomendasikan untuk tujuan finansial jangka menengah. Emas adalah instrumen yang kenaikan harganya selalu di atas inflasi, oleh karenanya emas umumnya digunakan sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Investor emas sebaiknya memiliki SDB (safe deposit box) sebagai penyimpanan yang aman.

Mengenai kesulitan menabung, Surya bisa mencoba pengelolaan cashflow bulanan. Cobalah menabung dilakukan di awal bulan setelah menerima gaji. Misal, jika kita berkomitmen minimal 10% dari gaji akan diinvestasikan, maka potonglah senilai ini dari gaji secara rutin dan segera pindahkan ke rekening investasi. Kita tinggal mengelola sisanya agar cukup untuk biaya hidup hingga gajian bulan berikutnya.

disarikan di Yahoo

Sabtu, 05 Mei 2012

Jenis Jenis Investasi

Berinvestasi apapun pastinya memiliki resiko, oleh karenanya pelajari lebih dahulu tata cara berinvestasi, jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan, pelaksanaan dari investasi dan komponen-komponen yang mendukung investasi itu sendiri. Investasi itu sendiri dibagi menjadi 2 bagian, yakni investasi jangka pendek dan jangka panjang.
Berikut ini ada jenis-jenis investasi mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang :


1. Investasi Jangka Pendek

a. Tabungan di Bank

Investasi dengan menabung di bank memang lebih aman, namun tinkgat pengembalian atau presentase perolehan bunga relatif kecil.

b. Deposito

Jenis investasi seperti deposito memang agak lebih menguntungkan dibanding investasi dengan cara menabung di bank, karena deposito memiliki daya tambah bunga atau tingkat pengembalian yang relatif besar, namun sayangnya jenis investasi deposito ini memiliki kelemahan, yakni uang tidak dapat ddikeluarkan, ditarik atau dicairkan saat diperlukan. Deposito dapat diberikan dan dicairkan sesuai ketentuan waktu yang telah ditetapkan.

c. Instrumen pasar uang (Money Market Instruments)

Produk-produk money market fund yang populer di Indonesia adalah sertifikat Bank Indonesia (SBI), repurchase-SBI, overnight interbank, negotiable certificate of deposit (NCD). Untuk membeli produk-produk tersebut dibutuhkan dana yang relatif besar. Tingkat pengembalian yang dapat diperoleh pada umumnya lebih besar dari deposito dan dalam hal produk seperti SBI sangat aman, karena mendapat jaminan dari pemerintah.

2. Investasi Jangka Panjang

a. Obligasi (Bonds)

Adalah Surat hutang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk mendapatkan dana. Namun resiko dari obligasi ini cukup besar karena apabila sudah jatuh tempo dari waktu yang telah ditentukan perusahaan blum dapat membayar hutangnya, maka nilai atau jumlah hutang semakin besar, meskipun bunga obligasi ini lebih besar daripada bunga deposito. Sehingga sedikit sekali para investor individu yang mampu membelinya.

b. Saham

Sebuah perusahaan juga bisa mendapatkan dana dari para investor dengan mengeluarkan atau menerbitkan saham. Berbeda dengan obligasi, saham adalah sebuah pernyataan dan bukan merupakan surat hutang dan tidak ditebus penerbitnya.

c. Reksa Dana (Mutual Funds)

Para investor dapat melakukan nvestasi namun tidak langsung yakni menggunakan perantaraan perusahaan reksa dana. Dana-dana yang terkumpul dari para investor dalam jumlah yang cukup besar akan meningkatkan posisi tawa-menawar dari perusahaan reksa dana.

d. Investasi program pensiun

Perusahaan asuaransi di Indonesi begitu banyak dan sudah menjamur dengan memasarkan dan memperkenalkan produk-produk unggulannya yang dipadukan dengan program investasi dana pensiun. Apabila tiba masa pensiun, investor akan mendapatkan sejumlah dana yang berasal dari hasil pengembangan dari pihak perusahaan asuransi. Namun investasi dan aprogram pensium ini tidak banyak meghasilkan bunga dibanding menabung pada sebuah bank tertentu yang sifat bunganya lebih besar dan tidak menentu dibanding dengan investasi dana pensiun. besar keuntungan dan bunga yang diperoleh tergantung dari besar kecilnya keuntungan yang diperoleh dari perusahaan asuransi.

e. Investasi Emas

Emas yang termasuk dalam logam mulia 99,99% merupakan salah satu logam berharga dan langka yang kehadirannya dapat diterima oleh kalangan umum. Emas yang sifatnya mudah dibentuk dan sering digunakan sebagai perhiasan menjadikan emas sebagai alat investasi yang aman dan menguntungkan.

Dalam keadaan yang tidak menentu, banyak orang beralin investasi ke emas karena emas memiliki nilai jual yang lebih stabil dan dianggap sebagai pengganti mata uang tanpa batasan asset yang penting dan aman kapan saja bisa diuangkan saat dibutuhkan. Nilai tukar US Dollar yang sama dan searah dengan emas, membuat investor beralih investasi ke emas dengan keuntungan yang berlipat apabila harga jual beli emas sedang melonjak naik.