Sabtu, 09 Februari 2013
Mengenal Risiko Berbagai Jenis Investasi
Tanya:
Dulu saya pernah investasikan sebagian uang saya di futures. Memang pada awalnya mendapatkan untung yang cukup, tetapi kemudian saya mengalami kerugian yang tak terduga sehingga saya menarik semua dana tersebut. Nah, kebetulan tadi saya cek ternyata saya masih punya tabungan USD sekitar USD 5000 yang belum saya cairkan ke rupiah. Saya berniat untuk menginvestasikan uang ini antara deposito atau logam mulia.
Yang ingin saya tanyakan, apa kelebihan dan kekurangan investasi di deposito bank, dan investasi logam mulia berupa emas? Saya trauma sekali dengan yang namanya investasi karena dulu saya harus memangkas pengeluaran saya akibat kerugian di atas. Lagipula saya masih punya cicilan rumah sampai 3 tahun mendatang. Saya minta solusi yang tepat supaya keuangan saya yang sudah pulih tidak kacau lagi.
Sandy, Jakarta
Jawab:
Dear Sandy,
Produk investasi, apapun itu, selayaknya menjadi kendaraan kita untuk mencapai tujuan finansial. Apa jenis investasinya? Pilihlah setelah kita menentukan tujuan finansial: berapa jumlah yang dibutuhkan, kapan dana tersebut harus tersedia, dan berapa besarnya investasi rutin untuk mencapainya. Kebanyakan orang melakukan kekeliruan dengan cara memilih produk investasi sebelum menentukan tujuan finansialnya secara detail.
Dengan menentukan tujuan finansial, kita memberi label pada uang yang kita miliki, sehingga nilainya menjadi lebih bermuatan. Ketika uang memiliki makna bagi masa depan kita, maka langkah kita akan lebih terarah dan memperkecil potensi menyabotase uang sendiri.
Penting untuk diperhatikan, sebaiknya kita mengetahui profil risiko investor. Dengan mengetahui ini, kita hanya akan membeli produk yang sesuai dengan kemampuan kita terpapar risiko. Selain itu, pemilihan produk yang tepat juga akan dapat membuat kita tetap nyaman berinvestasi dan menghindari trauma investasi.
Berikut ini panduan pemilihan produk investasi untuk mereka yang berprofil risiko sedang:
Periode pencapaian Produk
< 1 tahun Tabungan 1-3 tahun RDPU 3-5 tahun RDPT, ORI/sukuk 5-10 tahun RDCM, emas > 10 tahun RDSH, saham
Keterangan:
RDPU: reksadana pasar uang
RDPT: reksadana pendapatan tetap
RDCM: reksadana campuran
RDSH: reksadana saham
Instrumen tabungan dan deposito cocok untuk tujuan finansial jangka pendek karena memberikan likuiditas yang tinggi. Kelemahannya, mereka adalah produk yang terpapar risiko inflasi. Return tabungan dan deposito belum dapat mengalahkan tingkat inflasi.
Instrumen logam mulia atau emas direkomendasikan untuk tujuan finansial jangka menengah. Emas adalah instrumen yang kenaikan harganya selalu di atas inflasi, oleh karenanya emas umumnya digunakan sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Investor emas sebaiknya memiliki SDB (safe deposit box) sebagai penyimpanan yang aman.
Mengenai kesulitan menabung, Surya bisa mencoba pengelolaan cashflow bulanan. Cobalah menabung dilakukan di awal bulan setelah menerima gaji. Misal, jika kita berkomitmen minimal 10% dari gaji akan diinvestasikan, maka potonglah senilai ini dari gaji secara rutin dan segera pindahkan ke rekening investasi. Kita tinggal mengelola sisanya agar cukup untuk biaya hidup hingga gajian bulan berikutnya.
disarikan di Yahoo
Rabu, 06 Februari 2013
RESEP PUDING KENTANG GULUNG
Kami akan memberikan resep puding terbaru yakni resep Puding Kentang Gulung. Penasaran bagaimana cara membuatnya? Kita langsung saja mempraktekkannnya.
Bahan Vla Kentang:
- 50 gram kentang kukus, haluskan
- 200 cc santan sedang
- 100 gram tepung maizena
- 100 gram gula pasir
- 1 kuning telur
- garam secukupnya
Dadar Cokelat:
- 40 gram tepung terigu
- 10 gram cokelat bubuk
- 100 cc air
- 1 butir telur
Puding Busa:
- 400 cc santan sedang
- 150 gram gula pasir
- 1 bungkus agar-agar
- Garam secukupnya
- Pewarna Hijau
- 3 putih telur, kocok kaku
- Cetakan setengah lingkaran
Cara Membuatnya:
Buat vla kentang: campur kentang bersama santan, maizena, gula, garam, dan kuning telur. Aduk dan masak sampai kental, kemudian dinginkan.
Buat dadar: campur tepung terigu bersama cokelat bubuk, air, dan telur. Aduk rata. buat dadar tipis-tipis menjadi 6 lembar. Olesi dadar dengan vla kentang, lalu gulung sambil dipadatkan.
Buat puding: campur santan bersama gula, agar-agar, garam, dan pewarna hijau. Aduk rata dan masak sampai mendidih.
Tuang adonan puding ke kocokan putih telur sambil terus dikocok hingga rata.
Tuang adonan sampai memenuhi setengah bagian cetakan.
Taruh dadar gulung di tengahnya, lalu tuang kembali adonan puding sampai menutupi dadar. Biarkan sampai membeku. Lalu siap untuk disajikan untuk 30 potong.
Bahan Vla Kentang:
- 50 gram kentang kukus, haluskan
- 200 cc santan sedang
- 100 gram tepung maizena
- 100 gram gula pasir
- 1 kuning telur
- garam secukupnya
Dadar Cokelat:
- 40 gram tepung terigu
- 10 gram cokelat bubuk
- 100 cc air
- 1 butir telur
Puding Busa:
- 400 cc santan sedang
- 150 gram gula pasir
- 1 bungkus agar-agar
- Garam secukupnya
- Pewarna Hijau
- 3 putih telur, kocok kaku
- Cetakan setengah lingkaran
Cara Membuatnya:
Buat vla kentang: campur kentang bersama santan, maizena, gula, garam, dan kuning telur. Aduk dan masak sampai kental, kemudian dinginkan.
Buat dadar: campur tepung terigu bersama cokelat bubuk, air, dan telur. Aduk rata. buat dadar tipis-tipis menjadi 6 lembar. Olesi dadar dengan vla kentang, lalu gulung sambil dipadatkan.
Buat puding: campur santan bersama gula, agar-agar, garam, dan pewarna hijau. Aduk rata dan masak sampai mendidih.
Tuang adonan puding ke kocokan putih telur sambil terus dikocok hingga rata.
Tuang adonan sampai memenuhi setengah bagian cetakan.
Taruh dadar gulung di tengahnya, lalu tuang kembali adonan puding sampai menutupi dadar. Biarkan sampai membeku. Lalu siap untuk disajikan untuk 30 potong.
Rabu, 09 Januari 2013
Lihatlah dengan Kacamata hati
Saat renovasi rumah, si empunya rumah sudah merencanakan memasang sebuah lukisan potret keluarga di ruang tamu yang telah ditatanya dengan indah. Lukisan itu telah dipesan melalui seorang seniman pelukis wajah yang terkenal dengan harga yang tidak murah. Tetapi, saat lukisan itu tiba di rumah dan hendak dipasang, dia merasa tidak puas dengan hasil lukisan dan meminta si pelukis merevisiya sesuai dengan gambar yang dibayangkan.
Apa daya, setelah diperbaiki hingga ketiga kalinya, tetap saja ada sesuatu yang tidak disukai pada lukisan tersebut sehingga setiap si pemilik rumah melintas ruang tamu, selalu timbul ketidakpuasan dan kekecewaan. Itu sangatlah mengganggu pikirannya. Menjadikan dirinya tidak senang, uring-uringan, jengkel, kecewa dan sebal dengan ruang tamunya yang indah itu. Semua gara-gara sebuah lukisan!
Suatu hari, datang bertamu satu keluarga sahabat ke rumah itu. Sahabat ini termasuk pengamat seni yang disegani di lingkungannya. Saat memasuki ruang tamu—setelah bertukar sapa begitu akrab dengan tuan rumah—tiba-tiba mereka bersamaan terdiam di depan lukisan potret keluarga itu. Si tuan rumah buru-buru menyela, “Teman, tolong jangan dipelototi begitu, dong. Aku tahu, lukisan itu tidak seindah seperti yang aku mau, tetapi setelah di revisi beberapa kali jadinya seperti itu, ya udah lah, mau apalagi?”
“Lho, apa yang salah dengan lukisan ini? Lukisan ini bagus sekali, sungguh aku tidak sekedar memuji. Si pelukis bisa melihat karakter objek yang dilukisnya dan menuangkan dengan baik di atas kanvas, perpaduan warna di latar belakangnya juga mampu mendukung lukisan utamanya. Betul kan, Bu?” tanyanya sambil menoleh kepada istrinya.
“Iya, lukisan ini indah dan berkarakter. Jarang-jarang kami melihat karya yang cantik seperti ini. Kamu sungguh beruntung memilikinya,” si istri menambahkan dengan bersemangat. Kemudian, mereka pun asyik terlibat diskusi tentang lukisan itu.
Setelah kejadian itu, setiap melintas di ruang tamu dan melihat lukisan potret keluarga itu, dia tersenyum sendiri teringat obrolan dengan sahabatnya. Kejengkelan dan kemarahannya telah lenyap tak berbekas.
Pembaca yang budiman,
Jika sebuah lukisan tidak bisa diubah atau banyak hal lain di luar diri kita yang tidak mampu kita ubah sesuai dengan keinginan kita atau selera kita, maka tidak perlu menyalahkan keadaan! Karena sesungguhnya, belum tentu lukisan atau keadaan luar yang bermasalah, tetapi cara pandang kitalah yang berbeda. Jika kita tidak ingin kehilangan kebahagiaan maka kita harus berusaha menerima perbedaan yang ada.
Dengan mengubah cara berpikir kita yang di dalam, tentu kondisi di luar juga ikut berubah.
Semoga dengan cerita diatas temans bisa melihat hidup ini dengan kacamata hati karena keindahan hidup sesungguhnya berada dalam lubuk hati kita..Semoga Tahun 2013 ini hidup kita menjadi lebih indah Amin
Source : Prudynamic Agency
Apa daya, setelah diperbaiki hingga ketiga kalinya, tetap saja ada sesuatu yang tidak disukai pada lukisan tersebut sehingga setiap si pemilik rumah melintas ruang tamu, selalu timbul ketidakpuasan dan kekecewaan. Itu sangatlah mengganggu pikirannya. Menjadikan dirinya tidak senang, uring-uringan, jengkel, kecewa dan sebal dengan ruang tamunya yang indah itu. Semua gara-gara sebuah lukisan!
Suatu hari, datang bertamu satu keluarga sahabat ke rumah itu. Sahabat ini termasuk pengamat seni yang disegani di lingkungannya. Saat memasuki ruang tamu—setelah bertukar sapa begitu akrab dengan tuan rumah—tiba-tiba mereka bersamaan terdiam di depan lukisan potret keluarga itu. Si tuan rumah buru-buru menyela, “Teman, tolong jangan dipelototi begitu, dong. Aku tahu, lukisan itu tidak seindah seperti yang aku mau, tetapi setelah di revisi beberapa kali jadinya seperti itu, ya udah lah, mau apalagi?”
“Lho, apa yang salah dengan lukisan ini? Lukisan ini bagus sekali, sungguh aku tidak sekedar memuji. Si pelukis bisa melihat karakter objek yang dilukisnya dan menuangkan dengan baik di atas kanvas, perpaduan warna di latar belakangnya juga mampu mendukung lukisan utamanya. Betul kan, Bu?” tanyanya sambil menoleh kepada istrinya.
“Iya, lukisan ini indah dan berkarakter. Jarang-jarang kami melihat karya yang cantik seperti ini. Kamu sungguh beruntung memilikinya,” si istri menambahkan dengan bersemangat. Kemudian, mereka pun asyik terlibat diskusi tentang lukisan itu.
Setelah kejadian itu, setiap melintas di ruang tamu dan melihat lukisan potret keluarga itu, dia tersenyum sendiri teringat obrolan dengan sahabatnya. Kejengkelan dan kemarahannya telah lenyap tak berbekas.
Pembaca yang budiman,
Jika sebuah lukisan tidak bisa diubah atau banyak hal lain di luar diri kita yang tidak mampu kita ubah sesuai dengan keinginan kita atau selera kita, maka tidak perlu menyalahkan keadaan! Karena sesungguhnya, belum tentu lukisan atau keadaan luar yang bermasalah, tetapi cara pandang kitalah yang berbeda. Jika kita tidak ingin kehilangan kebahagiaan maka kita harus berusaha menerima perbedaan yang ada.
Dengan mengubah cara berpikir kita yang di dalam, tentu kondisi di luar juga ikut berubah.
Semoga dengan cerita diatas temans bisa melihat hidup ini dengan kacamata hati karena keindahan hidup sesungguhnya berada dalam lubuk hati kita..Semoga Tahun 2013 ini hidup kita menjadi lebih indah Amin
Source : Prudynamic Agency
Rabu, 02 Januari 2013
Kenapa Harus Ikut Asuransi Jiwa?
Siang itu saya dan kawan- kawan memutuskan untuk bermain ke rumah salah seorang teman sekolah, sebut saja A. Sekitar jam dua siang, telepon di rumah A berdering dan mengabarkan bahwa teman kami yang bernama Ida, diminta segera pulang karena ada yang sakit di rumah. Ida pun bergegas pulang ditemani salah seorang dari kami, sedangkan yang lainnya melanjutkan bermain. Sekitar satu jam kemudian, kami mendengar kabar bahwa Ida diminta pulang karena ayahnya meninggal dunia. Kejadian ini mengejutkan kami semua karena selama ini ayah Ida sehat-sehat saja dan usianya masih 42 tahun.
Sepeninggal ayahnya, Ida menjadi pendiam. Mulanya saya kira Ida masih merasa sedih kehilangan ayahnya. Namun keadaan ini berlanjut hingga setahun setelah ayahnya meninggal. Ida bercerita bahwa ternyata ibunya kesulitan membiayai keluarga mereka. Ayah Ida adalah pemberi nafkah utama keluarga, namun ia tidak meninggakan harta yang cukup untuk menghidupi keluarganya dalam jangka panjang. Selama ini kehidupan mereka baik-baik saja karena pekerjaan ayah Ida dapat memenuhi kebutuhan keluarga, sedangkan ibu Ida adalah ibu rumah tangga yang kadang-kadang menerima pesanan catering dari tetangga untuk sedikit ikut berkontribusi dalam keuangan keluarga mereka.
Peristiwa ini terjadi 18 tahun yang lalu. Namun, saya masih ingat pelajaran itu sampai hari ini. Bahwa usia ada batasnya dan kita tidak akan pernah tahu kapan giliran kita meninggalkan dunia ini. Orang sering berpesan agar kita menyiapkan amal ibadah untuk kita bawa ke akhirat nanti. Jarang ingat bahwa ada keluarga yang harus kita rawat secara finansial. Kalau saya bertanya, siapkah keluarga Anda secara finansial jika Anda tiba-tiba meninggalkan mereka? Apakah jawaban Anda?
Well, it’s never too late. Saatnya kita melihat kondisi keluarga masing-masing dan mulai menganalisa situasinya. Adakah anggota keluarga yang tidak bisa makan, tidak bisa sekolah, tidak bisa bayar sewa rumah, tidak bisa bayar listrik dan lain-lain, jika Anda tidak ada? Jika Anda menjawab ya, ada baiknya Anda menyiapkan kondisi finansial keluarga sepeninggal Anda. Caranya? Miliki asuransi jiwa.
Secara sederhana, asuransi jiwa adalah asuransi yang mengeluarkan sejumlah uang pertanggungan kepada ahli waris jika Tertanggung, atau orang yang diasuransikan dalam polis meninggal dunia dalam jangka waktu pertanggungan. Besarnya uang pertanggungan dan lamanya jangka perlindungan tergantung pada pendapatan Anda dan situasi Anda masing-masing. Seorang kepala keluarga dengan dua anak usia sekolah dan pasangan yang tidak bekerja tentunya membutuhkan perlindungan yang berbeda dengan seseorang yang belum menikah namun menanggung orangtuanya.
Berapa lamakah sebaiknya jangka waktu perlindungannya? Jangka waktu yang ideal dari asuransi jiwa adalah sampai usia produktif berakhir. Misalnya, Anda berencana pensiun di usia 55 tahun dan sekarang usia Anda adalah 38 tahun, maka Anda membutuhkan asuransi jiwa dengan jangka waktu perlindungan 15 tahun. Walaupun kita ingin berumur panjang, kita tidak membutuhkan asuransi jiwa seumur hidup karena idealnya kita harus menyiapkan dana pensiun selain asuransi jiwa. Asuransi jiwa ini hanya kita butuhkan sebagai penyangga selama kita menyiapkan aset aktif.
Seseorang dengan kekayaan bersih yang tinggi dan dapat menutupi kebutuhan keluarganya untuk jangka waktu lama dari kekayaannya tersebut, mungkin tidak membutuhkan asuransi jiwa walaupun masih tergolong dalam usia produktif. Karena aset-asetnya dapat dikelola dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga walaupun orang tersebut sudah meninggal dunia.
Jika ternyata Anda membutuhkan asuransi jiwa, pastikan uang pertanggungan atau uang yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga Anda dalam jangka waktu yang lama apabila pencari nafkah utama meninggal dunia. Uang pertanggungan yang terlalu rendah tidak akan banyak berguna untuk jangka panjang.
Ingatlah bahwa nilai uang yang sama akan semakin menurun nilainya di masa depan akibat adanya inflasi. Sederhananya, nilai uang satu milyar, lima belas tahun lagi akan sama nilainya dengan Rp 239.000.000 hari ini. Sedangkan Uang Pertanggungan yang terlalu tinggi akan menyulitkan Anda saat pembayaran preminya, maka pertimbangkan juga hal ini ketika Anda membeli asuransi jiwa.
Dengan berjuang keras, akhirnya keluarga Ida berhasil melewati cobaan finansial mereka dan mengantar adiknya yang bungsu lulus kuliah. Saat ini Ida sudah menikah, memiliki seorang anak serta asuransi jiwa atas nama suaminya karena suaminya adalah pemberi nafkah utama keluarga. Mudah-mudahan pengalaman Ida bisa menjadi pelajaran bagi kita akan pentingnya asuransi jiwa.
Jadi, kenapa asuransi jiwa? Kenapa tidak?!
sourece :
Yasmeen Danu, QM Planner
@yasmeen__
Sabtu, 01 Desember 2012
When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms
Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.
Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening : Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka-sangka.
Dew hadir dalam kehidupanku.
Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartemen yg kubelikan untuknya.
Dew berkata, "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis." Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, "Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis." Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.
Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor". Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide
perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.
Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.Sejujurnya ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.
Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari dirinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Dia kelihatan sedikit curiga. Dia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Dew berkata padaku,"He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, aku memegang tangannya. "Ada sesuatu yg harus kukatakan".
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa? " "Aku serius."Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, "Kamu bukan laki-laki!".
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.
Dengan perasaan yg amat bersalah, aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yg telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.
Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya : ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana : Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu." Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh Kata- katanya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama, mesra sekali". Kata-katanya membuatku merasa sakit. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan dirinya dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut,"mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi. Beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar. Hati-hati kalau kamu lewat sana." Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.
Bayangan Dew menjadi samar.
Pada hari kelima dan keenam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yg telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.
Aku tidak memberitahu Dew tentang hal ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"
Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat, "semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya, sebab ia semakin kurus, itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit.
Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa, sudah waktunya membopong mama keluar." Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua." Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, aku tidak ingin bercerai. Aku serius".
Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam." Kutepiskan tanganya dari dahiku. "Maaf Dew, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu".
Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor.
Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga. Ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku. Penjualnya bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum dan menulis : "Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua."
Kamis, 01 November 2012
"Human being has the capability of creating things larger than his life"
"Manusia memiliki kemampuan dan potensi untuk menciptakan hal-hal yang
jauh lebih besar dari pada dirinya sendiri"
Interpretasi:
Bila Anda berjalan menyusuri kota, cobalah simak betapa banyak gedung
tinggi pencakar langit, infrastruktur jalan raya/layang, monumen dan lain
sebagainya. Bila kita sadari, sesungguhnya segala hal yang ada tersebut
adalah merupakan buah karya dari manusia sendiri, bahkan hanyalah dari
pemikiran seorang manusia saja pada awalnya, yang dengan perencanaan,
sumber daya yang memadai termasuk sumber daya manusia, terciptalah
karya-karya yang megah dan tampak seakan bukan produk dari pemikiran
seorang manusia, namun kenyataannya memanglah demikian! Berbagai
karya besar, bersejarah, megah, canggih dan kompleks merupakan hasil
pemikiran dari seorang manusia saja pada awalnya.
Kabar baiknya, kita semua adalah manusia, dan dengan kapasitas pemikiran
yang kita miliki, kita juga mampu menghasilkan sesuatu yang besar! Jadi
mulailah berpikir untuk menciptakan sesuatu yang superior, megah, jauh dari
apa yang biasanya difikirkan/dihasilkan oleh kebanyakan orang, dari sinilah
Anda akan menemukan sukses besar!
Sukses selalu untuk Anda! Sampai jumpa pada newsletter berikutnya.
Best Regards,
W Oesman Wijaya
Motivasi Sukses Team
Senin, 01 Oktober 2012
Batik is Indonesia
tanggal 2 Oktober adalah hari batik nasional, yup sejak klaim malaysia bahwa batik adalah warisan melayu sontak Orang indonesia terkejut, dan tertawa atas kebodohan Negri jiran atas klaim mereka itu, meski orang indonesia tidak sedikit juga yang ingin mengganyang Negri Mahatir itu, tentu saja aneh sekali budaya kita yang terkenal seantero jagad diklaim oleh orang lain, warga dunia pun tanpa ragu ragu memihak Indonesia karena mereka pun tahu bahwa batik yang menjadi warisan nenek moyang orang indonesia adalah salah satu seni fashion terbaik yang pernah ada bahkan tanpa ragu ragu lembaga kebuyaan dunia dibawah PBB UNESCO langsung menyatakan bahwa batik adalh milik orang indonesia.
Aneh memang tapi itulah kenyataannya sebab bangsa kita sendiri kurang mengenal batik sebagai warisan dari pendahulunya, jujur kalo ditanya dari mana asal batik? pasti hampir 9 dari 10 orang bilang dari tanah jawa. padahal sesungguhnya hampir seluruh daerah diindoneisa mengenal batik meski dalam bentuk yang berbeda beda dan dalam motif yang berbeda pula...
suatu saat saya pernah mengunjungi Bayt Al Quran yang berada di TMII saya sungguh terkagum kagum melihat disalah satu display menunjukkan lembaran lembaran Al quran 3o juz yang berasal dari arab dihiasi dengan figura yang berasal dari motif batik dari seluruh indonesia, bangga dan haru tiba tiba menyelimuti diri, alangkah hebatnya indonesia ini memiliki kekayaan seni dan intelektual tinggi. dilain waktu ketika tinggal di kalimantan seorang sahabat memberikan kain batik khas kalimantan timur untuk dijadikan baju keperluan mengajar disebuah pesantren, batik tersebut didominasi warna biru dan bunga khas masyarakat Kaltim, bangga karena ini batik pertama yang saya pakai diluar pulau jawa, dilain waktu lagi seorang famili yang berada di pulau Lombok memberikan beberapa meter bahan batik khas Lombok dan ketika baju itu sudah jadi semua orang menatap pada saya sebab motif batik yang tidak lazim dimasyarakat pulau jawa, unik dan berkelas sampai sampai atasan dikantor memuji, "pak batiknya bagus", "iya bu ini oleh oleh dari saudara di Lombok" yessss bangga sekali rasanya memakai batik khas Lombok tersebut, flashback ketika duduk dibangku kuliah aku dan kawanku menghadiahi sepotong baju batik pada seorang bule Prancis yang bersedia diwawancarai tentang budaya prancis sebagai tugas kuliah ku, dan dengan senangnya dia menerima kado tersebut,menurutnya inilah oleh oleh asli indonesia yang bisa ia pamerkan pada teman temannya diprancis nanti, belum lagi batik batik yang saya dapat dari pernikahan kerabat, seragam sekolah tempat mengajar, dan lain sebagainya. boleh dibilang koleksi baju batik saya lebih banyak dari koleksi baju lain, ditambah lagi istri yang berbisnis baju baju batik mulai dari yang murah sampai yang mahal, mulai dari yang untuk sendiri sampai batik seragam untuk keluarga. semua itu menambah kekaguman dan rasa bangga pada negri ini. Saking kami berdua menyukai batik ketika lamaran dan foto prewedding kami menggunakan batik.
ingin sekali mengenalkan batik batik asli indonesia pada dunia, obsesi? mungkin saja tidak ada yang salah dari batik dan itu membuat ku semakin bangga pada negri ini. bagaimana dengan teman teman???
Aneh memang tapi itulah kenyataannya sebab bangsa kita sendiri kurang mengenal batik sebagai warisan dari pendahulunya, jujur kalo ditanya dari mana asal batik? pasti hampir 9 dari 10 orang bilang dari tanah jawa. padahal sesungguhnya hampir seluruh daerah diindoneisa mengenal batik meski dalam bentuk yang berbeda beda dan dalam motif yang berbeda pula...
suatu saat saya pernah mengunjungi Bayt Al Quran yang berada di TMII saya sungguh terkagum kagum melihat disalah satu display menunjukkan lembaran lembaran Al quran 3o juz yang berasal dari arab dihiasi dengan figura yang berasal dari motif batik dari seluruh indonesia, bangga dan haru tiba tiba menyelimuti diri, alangkah hebatnya indonesia ini memiliki kekayaan seni dan intelektual tinggi. dilain waktu ketika tinggal di kalimantan seorang sahabat memberikan kain batik khas kalimantan timur untuk dijadikan baju keperluan mengajar disebuah pesantren, batik tersebut didominasi warna biru dan bunga khas masyarakat Kaltim, bangga karena ini batik pertama yang saya pakai diluar pulau jawa, dilain waktu lagi seorang famili yang berada di pulau Lombok memberikan beberapa meter bahan batik khas Lombok dan ketika baju itu sudah jadi semua orang menatap pada saya sebab motif batik yang tidak lazim dimasyarakat pulau jawa, unik dan berkelas sampai sampai atasan dikantor memuji, "pak batiknya bagus", "iya bu ini oleh oleh dari saudara di Lombok" yessss bangga sekali rasanya memakai batik khas Lombok tersebut, flashback ketika duduk dibangku kuliah aku dan kawanku menghadiahi sepotong baju batik pada seorang bule Prancis yang bersedia diwawancarai tentang budaya prancis sebagai tugas kuliah ku, dan dengan senangnya dia menerima kado tersebut,menurutnya inilah oleh oleh asli indonesia yang bisa ia pamerkan pada teman temannya diprancis nanti, belum lagi batik batik yang saya dapat dari pernikahan kerabat, seragam sekolah tempat mengajar, dan lain sebagainya. boleh dibilang koleksi baju batik saya lebih banyak dari koleksi baju lain, ditambah lagi istri yang berbisnis baju baju batik mulai dari yang murah sampai yang mahal, mulai dari yang untuk sendiri sampai batik seragam untuk keluarga. semua itu menambah kekaguman dan rasa bangga pada negri ini. Saking kami berdua menyukai batik ketika lamaran dan foto prewedding kami menggunakan batik.
ingin sekali mengenalkan batik batik asli indonesia pada dunia, obsesi? mungkin saja tidak ada yang salah dari batik dan itu membuat ku semakin bangga pada negri ini. bagaimana dengan teman teman???
Langganan:
Postingan (Atom)