Rabu, 14 Agustus 2013
Dinar emas
Dinar emas dan Dirham perak
Dinar emas berdasarkan Hukum Syari’ah Islam adalah uang emas murni yang memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce, sedangkan Dirham perak Islam memiliki kadar perak murni dengan berat 1/10 troy ounce,[1][2] atau setara dengan 3,11 gram.[3]
Khalifah Umar ibn Khattab menentukan standar antar keduanya berdasarkan beratnya masing-masing: "1 dinar harus setara dengan 15 dirham."
Wahyu menyatakan mengenai Dinar Dirham dan banyak sekali hukum hukum yang terkait dengannya seperti zakat, pernikahan, hudud dan lain sebagainya. Sehingga dalam Wahyu Dinar Dirham memiliki tingkat realita dan ukuran tertentu sebagai standar pernghitungan (untuk Zakat dan lain sebagainya) dimana sebuah keputusan dapat diukurkan kepadanya dibandingkan dengan alat tukar lainnya.[2]
Ibnu Khaldun dalam al-Muqaddimah menyebutkan bahwa terdapat ijma sejak awal Islam dan masa para Sahabat dan Tabi'in bahwa sepuluh dirham syariah sepadan dengan tujuh mitsqal (berat dinar) emas. Berat satu mitsqal emas adalah tujuh puluh dua butir gandum, sehingga tujuh-persepuluhnya adalah lima puluh dua-perlima butir gandum. Semua ukuran ini dengan kokoh ditetapkan oleh ijma.
Muslimin menggunakan emas dan perak berdasarkan beratnya dan Dinar Dirham yang digunakan merupakan cetakan dari bangsa Persia.
Koin awal yang digunakan oleh Muslimin merupakan duplikat dari Dirham perak Yezdigird III dari Sassania, yang dicetak dibawah otoritas Khalifah Utsman radhiyallahu anhu. Yang membedakan dengan koin aslinya adalah adanya tulisan Arab yang berlafazkan “Bismillah”. Sejak saat itu tulisan "Bismillah" dan bagian dari Al Qur’an menjadi suatu hal yang lazim ditemukan pada koin yang dicetak oleh Muslimin.
Standar dari koin yang ditentukan oleh Khalifah Umar ibn al-Khattab, berat dari 10 Dirham adalah sama dengan 7 Dinar (1 mitsqal). Pada tahun 75 Hijriah (695 Masehi) Khalifah Abdalmalik memerintahkan Al-Hajjaj untuk mencetak Dirham untuk pertama kalinya, dan secara resmi beliau menggunakan standar yang ditentukan oleh Khalifah Umar ibn Khattab. Khalifah Abdalmalik memerintahkan bahwa pada tiap koin yang dicetak terdapat tulisan: "Allahu ahad, Allahush shamad". Beliau juga memerintahkan penghentian cetakan dengan gambar wujud manusia dan binatang dari koin dan menggantinya dengan huruf-huruf.
Perintah ini diteruskan sepanjang sejarah Islam. Dinar dan Dirham biasanya berbentuk bundar, dan tulisan yang dicetak diatasnya memiliki tata letak yang melingkar. Lazimnya di satu sisi terdapat kalimat “tahlil” dan “tahmid”, yaitu, “La ilaha ill’Allah” dan “Alhamdulillah” sedangkan pada sisi lainnya terdapat nama Amir dan tanggal pencetakkan; dan pada masa masa selanjutnya menjadi suatu kelaziman juga untuk menuliskan shalawat kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, dan kadang-kadang, ayat-ayat Qur’an.
Koin emas dan perak menjadi mata uang resmi hingga jatuhnya kekhalifahan Turki dan kesultanan-kesultanan muslim lainnya. Sejak saat itu, lusinan mata uang dari beberapa negara dicetak di setiap negara era paska kolonialisme dimana negara-negara tersebut merupakan pecahan dari negeri-negeri muslim.
Perlu diingat bahwa Hukum Syariah Islam tidak pernah mengizinkan penggunaan surat janji pembayaran menjadi alat tukar yang sah.
Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Dinar_emas
Sebagai gambaran inilah perbandingan Dinar dan Dirham terhadap Rupiah..
NILAI TUKAR DINAR DIRHAM
pertanggal 15-08-2013 , Kamis Pagi
DINAR EMAS
Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.015.000,-
Dinar - Rp. 2.030.000,-
Dinarayn - Rp. 4.060.000,-
DIRHAM PERAK
Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.600,-
Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 35.000,-
Dirham - Rp. 70.000,-
Dirhamayn - Rp. 140.000,-
Khamsa - Rp. 350.000,-
1 Dinar Emas = 29 Dirham Perak
Source : http://www.wakalanusantara.com/
Emas sebagai mata uang sesungguhnya
teman2 mulai sekarang saya mencoba menulis tentang ekonomi dan bisnis, mungkin saya bukanlah ahlinya tapi ini adalah sumbangsih saya pada salah satu ketertarikan dalam hidup saya, ada dua hal yang menjadi ketertarikan saya dalam bidang ekonomi dan bisnis, pertama : tentang Penggunaan Emas sebagai sebagian besar dari penggerak ekonomi, kedua : Pemahaman Asuransi dimasyarakat awam, mengenai asuransi saya sudah sering bahas dalam artikel sebelumnya, silahkan disimak saja mungkin ada hal hal yang menarik yang bisa kita diskusikan dimasa yang akan datang saya juga akan tambahkan beberapa info tambahannya.
nah untuk kali ini saya pengen banget ngebahas soal emas, mungkin temans dapat melihat dalam gambar dibawah ini, gambar ini saya ambil dari majalah Tempo edisi Agustus 2013,
jadi inilah sesungguhnya emas itu, sebagai pegiat emas (trading,discussing,empowering) saya menganjurkan emas sebagai mata uang asli manusia, sebagai jenis investasi, dan sebagai tonggak ekonomi islam, terlalu banyak hal yang bisa di edukasi pada masyarakat tentang pentingnya memiliki emas, jadi saya pribadi tidak akan berhenti mensyiarkan tentang ilmu yang belum dikuasai masyarakat ini, masih ingatkan kisah sumbangan emas warga Atjeh kepada republik untuk membeli pesawat dinas presiden RI pertama? pasti masih ingat juga berapa emas kita yang dikeruk oleh Freeport amerika di bumi Papua? lalu kenapa kita masih memilih uang kertas? sebagai instrumen keuangan?? saya juga bukan orang yang anti uang tapi alangkah bijaknya jikalau kita mulai sekarang membuka diri pada emas dan turunannya.
mudah mudahan tulisan awal ini bisa membuka ruang diskusi yang panjang untuk mencerahkan kita sebagai warga negara, ummat islam, dan pribadi yang mapan. insyaAllah...
nah untuk kali ini saya pengen banget ngebahas soal emas, mungkin temans dapat melihat dalam gambar dibawah ini, gambar ini saya ambil dari majalah Tempo edisi Agustus 2013,
jadi inilah sesungguhnya emas itu, sebagai pegiat emas (trading,discussing,empowering) saya menganjurkan emas sebagai mata uang asli manusia, sebagai jenis investasi, dan sebagai tonggak ekonomi islam, terlalu banyak hal yang bisa di edukasi pada masyarakat tentang pentingnya memiliki emas, jadi saya pribadi tidak akan berhenti mensyiarkan tentang ilmu yang belum dikuasai masyarakat ini, masih ingatkan kisah sumbangan emas warga Atjeh kepada republik untuk membeli pesawat dinas presiden RI pertama? pasti masih ingat juga berapa emas kita yang dikeruk oleh Freeport amerika di bumi Papua? lalu kenapa kita masih memilih uang kertas? sebagai instrumen keuangan?? saya juga bukan orang yang anti uang tapi alangkah bijaknya jikalau kita mulai sekarang membuka diri pada emas dan turunannya.
mudah mudahan tulisan awal ini bisa membuka ruang diskusi yang panjang untuk mencerahkan kita sebagai warga negara, ummat islam, dan pribadi yang mapan. insyaAllah...
Senin, 12 Agustus 2013
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
Temans kemaren saya liat postingan di sebuah profil FB, bagus isinya tentang dialog Nabi kita Muhammad dengan Iblis, mungkin ini bisa jadi bahan renungan kita sebagai umat muslim silahkan dibaca ya....
Biar lebih bermanfaat Like share kabar bahagia ini
Simak, renungkan dan fikirkan dialog antara Rasulullah SAW dengan Iblis...!!
Rasulullah: "Apa yang kau raskan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat ?"
Iblis: "Aku merasa panas dingin dan gemetar."
Rasulullah: "Kenapa ?"
Iblis: "Sebab, setiap seorang hamba bersujud satu kali kepada Allah, Allah mengangkatnya satu derajat."
Rasulullah: "Jika seorang umatku berpuasa ?"
Iblis: "Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka."
Rasulullah: "Jika ia berhaji ?"
Iblis: "Aku seperti orang gila."
Rasulullah: "Jika ia membaca Al-Qur'an ?"
Iblis: "Aku merasa meleleh laksana timah di atas api."
Rasulullah: "Jika ia bersedekah ?"
Iblis: "Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."
Rasulullah: "Mengapa bisa begitu ?"
Iblis: "Sebab, dalam sedekah ada empat keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala musibah akan terhalau dari dirinya."
Raulullah: "Apa yang dapat mematahkan pinggangmu ?"
Iblis: "Suara kuda perang di jalan Allah."
Rasulullah: "Apa yang dapat melelehkan tubuhmu ?"
Iblis: "Taubat orang yang bertaubat."
Rasulullah: "Apa yang dapat membakar hatimu ?"
Iblis: "Istighfar di waktu siang dan malam."
Rasulullah: "Apa yang dapat mencoreng wajahmu ?"
Iblis: "Sedekah yang diam-diam."
Rasulullah: "Apa yang dapat menusuk matamu ?"
Iblis: "Shalat Fajar ."
Rasulullah: "Apa yang dapat memukul kepalamu ?"
Iblis: "Shalat berjama'ah."
Rasulullah: "Apa yang paling mengganggumu ?"
Iblis: "Majelis para Ulama."
Rasulullah: "Bagaimana cara makanmu ?"
Iblis: "Dengan tangan kiri dan jariku."
Rasulullah: "Dimanakah kau menaungi anak-anakmu di musim panas ?"
Iblis: "Di bawah kuku manusia."
Lalu Rasulullah bertanya: "Siapa temanmu wahai Iblis ?"
Iblis menjawab: "Pemakan riba."
Rasulullah: "Siapa sahabatmu ?"
Iblis: "Pezina."
Rasulullah: "Siapa teman tidurmu ?"
Iblis: "Pemabuk."
Rasulullah: "Siapa tamumu ?"
Iblis: " Pencuri."
Rasulullah: "Siapa utusanmu ?"
Iblis: "Tukang sihir."
Rasulullah: "Apa yang membuatmu gembira ?"
Iblis: "Bersumpah dengan cerai."
Rasulullah: "Siapa kekasihmu ?"
Iblis: "Orang yang meninggalkan shalat Jum'at."
Rasulullah: "Siapa yang paling membahagiakanmu ?"
Iblis: "Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja."
Diriwayatkan dari Ma'adz bin Jabal r.a bahwa Ibnu Abbas r.a. Dikutip dari Syajaratul Kaun, doktrin tentang pribadi manusia pilihan, Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha'i Al-Andalusia),
Wallahu a'lam.
Biar lebih bermanfaat Like share kabar bahagia ini
Simak, renungkan dan fikirkan dialog antara Rasulullah SAW dengan Iblis...!!
Rasulullah: "Apa yang kau raskan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat ?"
Iblis: "Aku merasa panas dingin dan gemetar."
Rasulullah: "Kenapa ?"
Iblis: "Sebab, setiap seorang hamba bersujud satu kali kepada Allah, Allah mengangkatnya satu derajat."
Rasulullah: "Jika seorang umatku berpuasa ?"
Iblis: "Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka."
Rasulullah: "Jika ia berhaji ?"
Iblis: "Aku seperti orang gila."
Rasulullah: "Jika ia membaca Al-Qur'an ?"
Iblis: "Aku merasa meleleh laksana timah di atas api."
Rasulullah: "Jika ia bersedekah ?"
Iblis: "Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."
Rasulullah: "Mengapa bisa begitu ?"
Iblis: "Sebab, dalam sedekah ada empat keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala musibah akan terhalau dari dirinya."
Raulullah: "Apa yang dapat mematahkan pinggangmu ?"
Iblis: "Suara kuda perang di jalan Allah."
Rasulullah: "Apa yang dapat melelehkan tubuhmu ?"
Iblis: "Taubat orang yang bertaubat."
Rasulullah: "Apa yang dapat membakar hatimu ?"
Iblis: "Istighfar di waktu siang dan malam."
Rasulullah: "Apa yang dapat mencoreng wajahmu ?"
Iblis: "Sedekah yang diam-diam."
Rasulullah: "Apa yang dapat menusuk matamu ?"
Iblis: "Shalat Fajar ."
Rasulullah: "Apa yang dapat memukul kepalamu ?"
Iblis: "Shalat berjama'ah."
Rasulullah: "Apa yang paling mengganggumu ?"
Iblis: "Majelis para Ulama."
Rasulullah: "Bagaimana cara makanmu ?"
Iblis: "Dengan tangan kiri dan jariku."
Rasulullah: "Dimanakah kau menaungi anak-anakmu di musim panas ?"
Iblis: "Di bawah kuku manusia."
Lalu Rasulullah bertanya: "Siapa temanmu wahai Iblis ?"
Iblis menjawab: "Pemakan riba."
Rasulullah: "Siapa sahabatmu ?"
Iblis: "Pezina."
Rasulullah: "Siapa teman tidurmu ?"
Iblis: "Pemabuk."
Rasulullah: "Siapa tamumu ?"
Iblis: " Pencuri."
Rasulullah: "Siapa utusanmu ?"
Iblis: "Tukang sihir."
Rasulullah: "Apa yang membuatmu gembira ?"
Iblis: "Bersumpah dengan cerai."
Rasulullah: "Siapa kekasihmu ?"
Iblis: "Orang yang meninggalkan shalat Jum'at."
Rasulullah: "Siapa yang paling membahagiakanmu ?"
Iblis: "Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja."
Diriwayatkan dari Ma'adz bin Jabal r.a bahwa Ibnu Abbas r.a. Dikutip dari Syajaratul Kaun, doktrin tentang pribadi manusia pilihan, Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha'i Al-Andalusia),
Wallahu a'lam.
Sabtu, 03 Agustus 2013
Umat Islam sedang mengalami RABUN DEKAT
Setidaknya itulah yang dikatakan Dr.Muhammad Syafii Antonio dalam bukunya “Muhammad-Super Leader-Super Manager-, beliau melihat kenyataan tersebut berdasarkan fakta bahwa umat Islam (khusunya di Indonesia) tidak melihat nabi Muhammad adalah rolmodel dalam menjalani kehidupan sehari hari dibidang politik, militer, edukasi, legal, keluarga, social secara holistic dan dan lengkap, padahal beliau adalah Uswatun Hasanah yaitu teladan terbaik bagi ummatnya.
Dalam cakupan yang lebih luas ummat islam tidak mampu melihat bahwa ajaran islam yang diyakininya adalah petunjuk ilahiyah yang mampu menjawab permasalahan kehidupan, yaitu peradaban, ilmu pengetahuan dan budaya islam secara utuh dan menyeluruh.
Tidak bisa disalahkan juga ummat ini sebab ketidak tahuan mereka didasari oleh kurangnya informasi –yang sengaja- ditutup tutupi oleh musuh musuh islam bahkan oleh umma islam itu sendiri. Bahkan tidak semua ummat islam mengetahui Shirah nabawiah yang merupakan intisari kehidupan Sang Nabi. Bahkan ummat sekarang malu jika mendalami pengetahuan islam dibandingkan jika mereka belajar tentang ilmu ilmu yang ditulis oleh kaum barat.
Sebagai guru tentu saja ini sangat membuat saya gundah, sebab demikianlah yang terjadi di depan mata saya sendiri, kekurang tahuan dan ketiakmauan murid murid saya untuk mendalami ilmu agama membuat mereka minus dalam hal intelektualitas dan lebih parah lagi dalam hal moralitas. Tentu saja generasi genarasi yang konon akan memimpin bangsa ini akan membuat negri ini semakin terpuruk.
Padahal dalam islam tidak ada diversivikasi antara ilmu umum dan ilmu agama, hakikatnya ilmu muaranya adalah Allah itu sendiri karena ilmu itu adalah cahaya Ia ciptakan untuk menerangi kehidupan manusia yang menjalankan amanahnya sebagai khalifah dimuka bumi, keduanya bisa seiring berjalan bergandeng tangan dengan mesra menuju kegemilangan individu maupun ummat islam.
Saya masih ingat ketika duduk dibangku pesantren bahwa tidak ada beda kepentingan antara mempelajari bahasa arab dan bahasa inggris keduanya adalah mahkota bagi setiap santri, begitu juga mempelajari tafsir dan kimia, mempelajari Mawaris dengan tata Negara, mempelajari Fiqh dan ilmu kesehatan dlsb. Smua itu seiring sejalan, dan tak ada santri maupun guru yang merasa rugi untuk mempelajarinya, yang lebih hebat semangat mereka mempelajari semua ilmu itu adalah sebagaimana musafir yang menemukan Oase digurun pasir, gembira dan bersemangat.
Kembali pada topic awal tentang rabun dekat tadi. Seharusnya ummat islam menjadi actor utama dalam kehidupan ini sebab ummat ini telah memiliki modal yang tidak dimiliki ummat lain : janji Allah bahwa ummat islam adalah ummat terbaik yang pernah ada, tauladan dari Sang Nabi, Al Quran dan Sunnah yang menjadi Referensi untuk menjawab tantangan, dan tentu saja keimanan yang sudah terpatri dalam hati yang akan menjaga islam akan selalu ada dimuka bumi.
Maka tak ada jalan lain bagi ummat ini selain kembali pada fitrahnya sebagai muslim sejati dengan meneladani kehidupan Salafiyun yang telah menerangi bumi ini selama berabad abad, mari kita bangkitkan cahaya Allah dalam balutan islam dari diri kita masing-masing kemudian keluarga kita lalu dimplementasikan dalam kkehidupan bermasyarakat. Dengan demikian Ummat ini tidak lagi rabun dekat tapi ummat ini memiliki Visi yang sangat jauh kedepan yaitu Syurga yang telah dijanjikan Allah. Memang tidak mudah untuk mencapainya namun dengan kekuatan niat dan daoa serta ikhtiar yang tak henti henti saya yakin bahwa Ummat islam akan kembali memimpin dunia dalam panggung regional maupun internasional, InsyaAllah..
Ciracas, Jumat, 2 agustus 2013
Dalam cakupan yang lebih luas ummat islam tidak mampu melihat bahwa ajaran islam yang diyakininya adalah petunjuk ilahiyah yang mampu menjawab permasalahan kehidupan, yaitu peradaban, ilmu pengetahuan dan budaya islam secara utuh dan menyeluruh.
Tidak bisa disalahkan juga ummat ini sebab ketidak tahuan mereka didasari oleh kurangnya informasi –yang sengaja- ditutup tutupi oleh musuh musuh islam bahkan oleh umma islam itu sendiri. Bahkan tidak semua ummat islam mengetahui Shirah nabawiah yang merupakan intisari kehidupan Sang Nabi. Bahkan ummat sekarang malu jika mendalami pengetahuan islam dibandingkan jika mereka belajar tentang ilmu ilmu yang ditulis oleh kaum barat.
Sebagai guru tentu saja ini sangat membuat saya gundah, sebab demikianlah yang terjadi di depan mata saya sendiri, kekurang tahuan dan ketiakmauan murid murid saya untuk mendalami ilmu agama membuat mereka minus dalam hal intelektualitas dan lebih parah lagi dalam hal moralitas. Tentu saja generasi genarasi yang konon akan memimpin bangsa ini akan membuat negri ini semakin terpuruk.
Padahal dalam islam tidak ada diversivikasi antara ilmu umum dan ilmu agama, hakikatnya ilmu muaranya adalah Allah itu sendiri karena ilmu itu adalah cahaya Ia ciptakan untuk menerangi kehidupan manusia yang menjalankan amanahnya sebagai khalifah dimuka bumi, keduanya bisa seiring berjalan bergandeng tangan dengan mesra menuju kegemilangan individu maupun ummat islam.
Saya masih ingat ketika duduk dibangku pesantren bahwa tidak ada beda kepentingan antara mempelajari bahasa arab dan bahasa inggris keduanya adalah mahkota bagi setiap santri, begitu juga mempelajari tafsir dan kimia, mempelajari Mawaris dengan tata Negara, mempelajari Fiqh dan ilmu kesehatan dlsb. Smua itu seiring sejalan, dan tak ada santri maupun guru yang merasa rugi untuk mempelajarinya, yang lebih hebat semangat mereka mempelajari semua ilmu itu adalah sebagaimana musafir yang menemukan Oase digurun pasir, gembira dan bersemangat.
Kembali pada topic awal tentang rabun dekat tadi. Seharusnya ummat islam menjadi actor utama dalam kehidupan ini sebab ummat ini telah memiliki modal yang tidak dimiliki ummat lain : janji Allah bahwa ummat islam adalah ummat terbaik yang pernah ada, tauladan dari Sang Nabi, Al Quran dan Sunnah yang menjadi Referensi untuk menjawab tantangan, dan tentu saja keimanan yang sudah terpatri dalam hati yang akan menjaga islam akan selalu ada dimuka bumi.
Maka tak ada jalan lain bagi ummat ini selain kembali pada fitrahnya sebagai muslim sejati dengan meneladani kehidupan Salafiyun yang telah menerangi bumi ini selama berabad abad, mari kita bangkitkan cahaya Allah dalam balutan islam dari diri kita masing-masing kemudian keluarga kita lalu dimplementasikan dalam kkehidupan bermasyarakat. Dengan demikian Ummat ini tidak lagi rabun dekat tapi ummat ini memiliki Visi yang sangat jauh kedepan yaitu Syurga yang telah dijanjikan Allah. Memang tidak mudah untuk mencapainya namun dengan kekuatan niat dan daoa serta ikhtiar yang tak henti henti saya yakin bahwa Ummat islam akan kembali memimpin dunia dalam panggung regional maupun internasional, InsyaAllah..
Ciracas, Jumat, 2 agustus 2013
Kamis, 01 Agustus 2013
Semangkuk Bakmi Panas
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia
mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu
berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"
"Ya, tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa nona?" Tanya si pemilik kedai. "tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah"
"Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya"
Ana, terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang". Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain
disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih
kepada mereka seumur hidup Kita.
RENUNGAN:
BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA. SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR. PIKIRKANLAH HAL ITU?? APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?
HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.
source : pruDynamic Agency
Sharing is Caring...... .
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia
mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu
berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"
"Ya, tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa nona?" Tanya si pemilik kedai. "tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah"
"Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya"
Ana, terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang". Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain
disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih
kepada mereka seumur hidup Kita.
RENUNGAN:
BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA. SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR. PIKIRKANLAH HAL ITU?? APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?
HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.
source : pruDynamic Agency
Sharing is Caring...... .
Jumat, 19 Juli 2013
Ramadhan 1434 H/2013 M
Apakabar teman2...
Hari ini adalah hari ke sebelas puasa untuk ramadhan 1434 H, gimana udah pada khataman al Quran? Sama donk sama saya hehehe....mudah mudahan sisa waktu yang masih ada kita bisa mengkhatamkan alquran ya kawan kawan aamiinn...
Puasa ini unik lho kawan soalnya puasa versi pemerintah hanya 29 hari, berbeda dengan muhammadiah yang puasa lebih dulu satu hari dari pada pemerintah, dan tentunya di Indonesia seperti biasa terjadi khilafiah untuk menentukan 1 ramadhan..sebagai warga negara yang baik saya ngikut aja dengan pemerintah soalnya udah ada hadisnya sih, yang mengatakan kita harus taat pada Allah dan rasulnya serta Ulil mri yang berkuasa di negri kita tinggal, meskipun shlat tarawih saya "katanya" adalah tarawih muhammadiah soalnya cuma 11 rakaat dengan witir, nah ini dia yang saya ga suka dengan shalat tarawih 23 rakaat..imamnya biasanya seperti dikejar kejar setan, 2 rakaat selesai dalam waktu kurang dari 5 menit sepertinya imam kurang paham dengan hadist "sesungguhnya terburu buru adalah salah satu pekerjaan syetan" apalagi ini masalah ibadah, wallahu a'lam bisshowab... saya ga merendahkan golongan lain yang melakukan ibadahnya masing masing sesuai dengan takaran iman dan ilmu yang telah dia dapat tapi ya mbok kalo soal ibadah jangan takut capek...mudah mudahan nasihat ini berlaku juga buat saya.
terlepas dari masalah suka tidak suka seperti yang tertulis diatas, ramadhan ini agak sedikit istimewa sebab bertepatan dengan musim hujan yang belum selesai sudah beberapa hari hujan turun, kadang hanya gerimis, kadang hujan amat lebat atau bahkan hanya mendung seharian selain itu kadang matahari dengan garangnya membakar bumi, suasananya ga menentu deh apa karena ini ada hubungannya dengan global warming ya? meski begitu mudah mudahan puasa kita lancar ya temans..
Tahun ini juga istimewa karena ramadhan ini saya merasakan puasa dirumah sendiri dengan istri dan anakku yang baru berusia 4,5 bulan jadilah kadang saya sahur bersama mereka meski mereka berdua tidak puasa hehehe...atau kadang sahur sendirian karena mereka juga udah begadang untuk nyiapin makan sahur malah ga jadi makan bareng pokoknya seru deh jauh dari keluarga istri ataupun jauh dari keluarga saya sendiri bener bener mandiri, yang lebih bikin seneng sekarang istri udah mulai pandai masak yaa walaupun masih masak yang sederhana tapi itu cukuplah membuat perut ini minta nambah kalo makan, sayang aku puasa malah tambah gendut kayanya nih hehehehe....nikmat banget rasanya, soalnya tahun kemaren itu saya sama istri belum pisah dari rumah mertua masih numpang jadi masih disiapin semuanya entah itu sahur atau berbuka ada rasa segan rasanya kalo sahur dibangunkan mertua hihihi...beberapa hari yang lalu tepatnya hari selasa (16/7) aku ga sahur karena kami semua bangun kesiangan, masyaAllah tapi karena udah diniatin ya bismillah dan alhamdulillah puasanya tuntas juga hingga azan maghrib, padahal hari itu saya kerja keras meerapihakan kamar belakan yang belum rapi sejak kami pindahan ke menteng rasanya bdan itu ga enak ditambah pusing yang ga ketulungan, ditambah anak yang harus dibawa kedokter dan tukang urut untuk imunisasi lengkaplah hari itu mungkin salah satu puasa yang berat dari hidup saya...
bagaimna dengan puasa teman teman pa ada yang istimewa dengan Ramadhan tahun ini??
Hari ini adalah hari ke sebelas puasa untuk ramadhan 1434 H, gimana udah pada khataman al Quran? Sama donk sama saya hehehe....mudah mudahan sisa waktu yang masih ada kita bisa mengkhatamkan alquran ya kawan kawan aamiinn...
Puasa ini unik lho kawan soalnya puasa versi pemerintah hanya 29 hari, berbeda dengan muhammadiah yang puasa lebih dulu satu hari dari pada pemerintah, dan tentunya di Indonesia seperti biasa terjadi khilafiah untuk menentukan 1 ramadhan..sebagai warga negara yang baik saya ngikut aja dengan pemerintah soalnya udah ada hadisnya sih, yang mengatakan kita harus taat pada Allah dan rasulnya serta Ulil mri yang berkuasa di negri kita tinggal, meskipun shlat tarawih saya "katanya" adalah tarawih muhammadiah soalnya cuma 11 rakaat dengan witir, nah ini dia yang saya ga suka dengan shalat tarawih 23 rakaat..imamnya biasanya seperti dikejar kejar setan, 2 rakaat selesai dalam waktu kurang dari 5 menit sepertinya imam kurang paham dengan hadist "sesungguhnya terburu buru adalah salah satu pekerjaan syetan" apalagi ini masalah ibadah, wallahu a'lam bisshowab... saya ga merendahkan golongan lain yang melakukan ibadahnya masing masing sesuai dengan takaran iman dan ilmu yang telah dia dapat tapi ya mbok kalo soal ibadah jangan takut capek...mudah mudahan nasihat ini berlaku juga buat saya.
terlepas dari masalah suka tidak suka seperti yang tertulis diatas, ramadhan ini agak sedikit istimewa sebab bertepatan dengan musim hujan yang belum selesai sudah beberapa hari hujan turun, kadang hanya gerimis, kadang hujan amat lebat atau bahkan hanya mendung seharian selain itu kadang matahari dengan garangnya membakar bumi, suasananya ga menentu deh apa karena ini ada hubungannya dengan global warming ya? meski begitu mudah mudahan puasa kita lancar ya temans..
Tahun ini juga istimewa karena ramadhan ini saya merasakan puasa dirumah sendiri dengan istri dan anakku yang baru berusia 4,5 bulan jadilah kadang saya sahur bersama mereka meski mereka berdua tidak puasa hehehe...atau kadang sahur sendirian karena mereka juga udah begadang untuk nyiapin makan sahur malah ga jadi makan bareng pokoknya seru deh jauh dari keluarga istri ataupun jauh dari keluarga saya sendiri bener bener mandiri, yang lebih bikin seneng sekarang istri udah mulai pandai masak yaa walaupun masih masak yang sederhana tapi itu cukuplah membuat perut ini minta nambah kalo makan, sayang aku puasa malah tambah gendut kayanya nih hehehehe....nikmat banget rasanya, soalnya tahun kemaren itu saya sama istri belum pisah dari rumah mertua masih numpang jadi masih disiapin semuanya entah itu sahur atau berbuka ada rasa segan rasanya kalo sahur dibangunkan mertua hihihi...beberapa hari yang lalu tepatnya hari selasa (16/7) aku ga sahur karena kami semua bangun kesiangan, masyaAllah tapi karena udah diniatin ya bismillah dan alhamdulillah puasanya tuntas juga hingga azan maghrib, padahal hari itu saya kerja keras meerapihakan kamar belakan yang belum rapi sejak kami pindahan ke menteng rasanya bdan itu ga enak ditambah pusing yang ga ketulungan, ditambah anak yang harus dibawa kedokter dan tukang urut untuk imunisasi lengkaplah hari itu mungkin salah satu puasa yang berat dari hidup saya...
bagaimna dengan puasa teman teman pa ada yang istimewa dengan Ramadhan tahun ini??
MAUT
Assalaamu'alaikum..
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
BETAPA sering malaikat maut melihat dan menatap wajah seseorang, yaitu dalam waktu 24 jam sebanyak 70 kali
Andainya manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lupa untuk mengingat mati. Tetapi oleh karena malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail.
Justru itu, tidak heran, jika banyak manusia yang masih mampu bersenang-senang dan bergelak-tawa, seolah-olah dia tidak memiliki masalah yang perlu dipikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki apapun bekal amal untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa.
Sebuah hadis Nabi Salallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra, bahwa Rasulullah bersabda yang maksudnya:
“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Malaikat Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang bergelak-tawa. Maka berkata Izrail: Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersuka ria dan bergelak tawa.”
Manusia tidak akan sadar bahwa dirinya selalu diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang saleh yang selalu mengingat mati. Golongan ini tidak lalai dan senantiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka selalu meneliti hadis-hadis Nabi saw yang menjelaskan tentang hal-hal gaib, terutama mengenai urusan mati dan hubungannya dengan malaikat maut.
Meski mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, yaitu memandang dengan keyakinan Iman dan Ilmu.
Sebenarnya manusia itu sadar bahwa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan. Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu hal yang biasa seperti pendapat golongan atheis, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dzahir saja. Dia mengambil logika, bahwa banyak kematian disebabkan oleh sesuatu tragedi/peristiwa, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, kebakaran dan juga kecelakaan baik diudara, laut dan daratan termasuk kecelakaan mobil.
Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang berbahaya seperti kanker, sakit jantung, AIDS, demam malaria dan sebagainya. Karena manusia melihat kematian hanya dari sudut nalar yang lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas. Jika terjadi kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya, sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah? .
Tidak banyak manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa beredar di sekeliling manusia.
Sesungguhnya malaikat maut menjalankan perintah Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, atau roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika terjadi kecelakaan, atau ketika diserang sakit keras, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.
Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, atau orang-orang berkecukupan yang sedang hidup dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau sesaat.
Namun, ada saatnya Allah SWT jadikan berbagai sebab untuk satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit keras yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, karena Allah Taala memberi peluang dan menyadarkan manusia agar dia mengingat mati, untuk itu dia akan menggunakan waktu atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, memperbaiki dan bertobat dari dosa dan kesalahan serta memperbaiki perilaku, serta menambahkan bekal untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang merugi di akhirat kelak.
Begitu juga orang yang mati mendadak karena kecelakaan, ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka waspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Karena jika ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa penyesalan yang tidak berguna.
Kalangan orang solihin menganggap bahwa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahwa Allah SWT masih menyayanginya. Karena betapa malangnya bagi pandangan mereka, jika Allah SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa peringatan terlebih dahulu. Seolah-olah Allah SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah SWT tidak memperingatkan terlebih dahulu kepadanya. Keadaan orang itu ibarat orang yang tidak menyadari adanya bahaya di hadapannya, jika ada peringatan terlebih dahulu niscaya dia akan terjerumus ke lembah bahaya itu.
Selain itu, Allah Ta’ala menjadikan sebab-sebab kematian itu untuk memenuhi janji-Nya kepada malaikat maut, sebagaimana diriwayatkan oleh Abbas RA dalam sebuah hadis Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahwa Izrail merasakan kesedihan apabila dibebankan dengan tugasnya untuk mencabut roh makhluk bernyawa karena di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT yaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang soleh.
Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada Allah betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam AS, dia mungkin dicemooh karena dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang menyebabkan orang bersedih hati, karena kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka.
Diriwayatkan bahwa Allah SWT berjanji akan menjadikan berbagai sebab ke kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam AS sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Bila terjadi kematian, mereka akan berkata bahwa si anu itu mati karena mengidap sakit, atau karena mendapat kecelakaan, mereka akan lupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang terjadi itu.
Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih karena manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang memang diutus oleh Allah SWT pada saat malapetaka atau sakit keras seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang sebenarnya telah tiba.
Namun pada hakikatnya bahwa ajal itu adalah ketetapan Allah, yang telah termaktub sejak azali. Semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahwa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah tentara-tentara Allah yang menjalankan tugas seperti yang dipercayakan kepadanya.
Namun adalah menjadi hak Allah Taala untuk menentukan kematian seseorang itu baik tujuan atau tidak, sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahwa ada saatnya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan suka ria, bergelak-tawa, hingga malaikat maut merasa heran terhadap manusia itu. Ini membuktikan bahwa kematian itu tidak pernah mengenal apakah seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sehat dan segar-bugar.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud:
Setiap umat memiliki ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mempercepatkannya. (Surah Al Araf ayat 34)
Wallahu’alam bishowab….
Teguran untukku, untukmu, dan untuk semua.
Semoga bermanfaat..
Wassalaamu'alaikum...
(Syifa Fuadah, FB bloger)
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
BETAPA sering malaikat maut melihat dan menatap wajah seseorang, yaitu dalam waktu 24 jam sebanyak 70 kali
Andainya manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lupa untuk mengingat mati. Tetapi oleh karena malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail.
Justru itu, tidak heran, jika banyak manusia yang masih mampu bersenang-senang dan bergelak-tawa, seolah-olah dia tidak memiliki masalah yang perlu dipikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki apapun bekal amal untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa.
Sebuah hadis Nabi Salallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra, bahwa Rasulullah bersabda yang maksudnya:
“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Malaikat Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang bergelak-tawa. Maka berkata Izrail: Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersuka ria dan bergelak tawa.”
Manusia tidak akan sadar bahwa dirinya selalu diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang saleh yang selalu mengingat mati. Golongan ini tidak lalai dan senantiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka selalu meneliti hadis-hadis Nabi saw yang menjelaskan tentang hal-hal gaib, terutama mengenai urusan mati dan hubungannya dengan malaikat maut.
Meski mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, yaitu memandang dengan keyakinan Iman dan Ilmu.
Sebenarnya manusia itu sadar bahwa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan. Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu hal yang biasa seperti pendapat golongan atheis, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dzahir saja. Dia mengambil logika, bahwa banyak kematian disebabkan oleh sesuatu tragedi/peristiwa, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, kebakaran dan juga kecelakaan baik diudara, laut dan daratan termasuk kecelakaan mobil.
Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang berbahaya seperti kanker, sakit jantung, AIDS, demam malaria dan sebagainya. Karena manusia melihat kematian hanya dari sudut nalar yang lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas. Jika terjadi kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya, sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah? .
Tidak banyak manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa beredar di sekeliling manusia.
Sesungguhnya malaikat maut menjalankan perintah Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, atau roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika terjadi kecelakaan, atau ketika diserang sakit keras, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.
Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, atau orang-orang berkecukupan yang sedang hidup dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau sesaat.
Namun, ada saatnya Allah SWT jadikan berbagai sebab untuk satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit keras yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, karena Allah Taala memberi peluang dan menyadarkan manusia agar dia mengingat mati, untuk itu dia akan menggunakan waktu atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, memperbaiki dan bertobat dari dosa dan kesalahan serta memperbaiki perilaku, serta menambahkan bekal untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang merugi di akhirat kelak.
Begitu juga orang yang mati mendadak karena kecelakaan, ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka waspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Karena jika ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa penyesalan yang tidak berguna.
Kalangan orang solihin menganggap bahwa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahwa Allah SWT masih menyayanginya. Karena betapa malangnya bagi pandangan mereka, jika Allah SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa peringatan terlebih dahulu. Seolah-olah Allah SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah SWT tidak memperingatkan terlebih dahulu kepadanya. Keadaan orang itu ibarat orang yang tidak menyadari adanya bahaya di hadapannya, jika ada peringatan terlebih dahulu niscaya dia akan terjerumus ke lembah bahaya itu.
Selain itu, Allah Ta’ala menjadikan sebab-sebab kematian itu untuk memenuhi janji-Nya kepada malaikat maut, sebagaimana diriwayatkan oleh Abbas RA dalam sebuah hadis Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahwa Izrail merasakan kesedihan apabila dibebankan dengan tugasnya untuk mencabut roh makhluk bernyawa karena di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT yaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang soleh.
Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada Allah betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam AS, dia mungkin dicemooh karena dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang menyebabkan orang bersedih hati, karena kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka.
Diriwayatkan bahwa Allah SWT berjanji akan menjadikan berbagai sebab ke kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam AS sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Bila terjadi kematian, mereka akan berkata bahwa si anu itu mati karena mengidap sakit, atau karena mendapat kecelakaan, mereka akan lupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang terjadi itu.
Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih karena manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang memang diutus oleh Allah SWT pada saat malapetaka atau sakit keras seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang sebenarnya telah tiba.
Namun pada hakikatnya bahwa ajal itu adalah ketetapan Allah, yang telah termaktub sejak azali. Semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahwa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah tentara-tentara Allah yang menjalankan tugas seperti yang dipercayakan kepadanya.
Namun adalah menjadi hak Allah Taala untuk menentukan kematian seseorang itu baik tujuan atau tidak, sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahwa ada saatnya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan suka ria, bergelak-tawa, hingga malaikat maut merasa heran terhadap manusia itu. Ini membuktikan bahwa kematian itu tidak pernah mengenal apakah seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sehat dan segar-bugar.
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud:
Setiap umat memiliki ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mempercepatkannya. (Surah Al Araf ayat 34)
Wallahu’alam bishowab….
Teguran untukku, untukmu, dan untuk semua.
Semoga bermanfaat..
Wassalaamu'alaikum...
(Syifa Fuadah, FB bloger)
Langganan:
Postingan (Atom)
